Jakarta – Direktur Utama PT Japan Economy Coorporation (JIAEC) Wahyu Yuliarso menyangkal kabar soal hilangnya 122 siswa alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Sukabumi, Jawa Barat yang tengah berada di Jepang. Menurutnya 122 siswa yang tengah magang di Jepang itu saat ini dalam keadaan selamat.

“Untuk 122 siswa alumni SMK 1 Sukabumi, semua termasuk ke dalam 1.183 yang dinyatakan selamat, makanya kami bingung jika ada berita yang memberitahukan bahwa ke 122 siswa itu dinyatakan hilang,” paparnya saat dihubungi www.today.co.id, Senin (14/3/2011).
Wahyu juga meminta agar berita yang menyebut 122 siswa tersebut hilang untuk diralat. “Dari total 1.186 orang yang bekerja di Jepang, sudah termasuk 122 siswa yang kami berangkatkan ke Sukabumi, dan tiga siswa yang hilang bukan dari SMK satu Sukabumi, melainkan dari SMK Cibadak, Sukabumi, jadi jika ada berita yang menyebut tentang 122 siswa hilang tolong diralat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberangkatan dan lama bekerja ke-122 siswa alumni SMK 1 Sukabumi tersebut dilakukan secara berkala. “Keberangkatannya dilakukan secara berkala jadi tidak langsung sebanyak 122 alumni. Lama bekerja di Jepang rata-rata selama 3 tahun,” ungkapnya.
Menurutnya, ke-122 alumni SMK 1 Sukabumi tersebut tidak pernah bekerja di Miyagi, Jepang, sehingga tidak ada korban jiwa dari 122 alumni tersebut.
Sebelumnya, Kementerian luar Negeri (Kemlu) menyatakan pihaknya akan menelusuri keberadaan 122 siswa alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Sukabumi, Jawa Barat di Jepang yang hingga kini belum jelas nasibnya. Menurut Juru Bicara Kemlu, Michael Tene, pihaknya telah melaporkan perihal hilangnya 122 siswa alumni SMK Sukabumi tersebut ke KBRI di Jepang berdasarkan informasi yang diperoleh dari www.today.co.id.
“Sudah kita teruskan berita dari Today ke pihak KBRI kita di Jepang, nanti mereka yang akan menindaklanjuti laporan tersebut, karena mereka yang memiliki akses di sana. Pihak Kemlu tentunya akan terus berkoordinasi dan melakukan pengecekan jika sudah ada hasilnya nanti,” ungkap Michael kepada www.today.co.id, Senin (14/3/2011).
Michael menegaskan setiap laporan mengenai keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Jepang akan segera ditindaklanjuti dengan segera. “Semua informasi pasti akan kita tindak lanjuti dengan cepat. Terlebih jika informasi tersebut lengkap maka akan lebih cepat untuk ditemukan,” sambungnya.
Seperti diketahui, Saat terjadi gempa dan tsunami, 122 alumni SMK itu tengah magang kerja di sejumlah perusahaan ternama di Jepang. Menurut Kepala Sekolah SMK 1 Kota Sukabumi, Wahyuto, 122 alumni SMK 1 Sukabumi itu diberangkatkan ke Jepang melalui perusahaan PT Japan Economy Corperation (JIAEC) yang beralamat di Jakarta Barat.
(dip/ftr)
sumber : today.co.id