02 Jul 2015
July 2, 2015

Orang Jepang

Artikel
Japanese People

Karena akan tinggal dalam jangka waktu yang cukup lama di Jepang, anda harus mengenali watak dan sifat-sifat orang Jepang. Memang setiap orang tidak sama sifatnya. Namun tentu ada ciri khas yang dimiliki orang Jepang. Agar dapat menjalin hubungan baik dengan orang Jepang, baik di tempat kerja maupun di lingkungan tempat tinggal, maka kita harus tahu sifat umum dan cara pandang orang Jepang akan sesuatu, serta kebiasaan hidup mereka.

Pekerja Keras

Bayangan yang mungkin muncul pertama kali jika ditanya tentang sifat orang Jepang adalah “Pekerja Keras”. Orang Jepang bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab atas pekerjaannya. Seorang karyawan tidak segan-segan bekerja sampai larut malam untuk menyelesaikan pekerjaannya. Mereka tiba di tempat kerja sebelum waktu kerja dimulai. Sebaliknya, mereka akan merasa malu jika pulang tepat waktu.

Menepati Waktu

Orang Jepang juga dikenal selalu menepati waktu. Tidak ada istilah jam karet dalam kehidupan orang Jepang. Bagi orang Jepang, jam tangan atau alat penunjuk waktu lainnya merupakan benda yang sangat penting. Orang Jepang selalu memperhatikan jam berapa sesuatu dimulai, jam berapa mereka harus bersiap-siap, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menuju tempat tersebut, dan lain-lain. Hal ini mereka lakukan agar mereka tidak terlambat, mereka akan menelepon terlebih dahulu. Keterlambatan seseorang akan mengganggu orang lain. Mungkin inilah yang menyebabkan orang Jepang menaruh perhatian khusus terhadap waktu. Keterlambatan tidak hanya dinilai kurang sopan, namun juga akan menghilangkan kepercayaan orang lain terhadap diri kita.

Taat Pada Peraturan dan Norma Masyarakat

Salah satu faktor yang membuat Jepang menjadi negara teraman di dunia adalah ketaatan warga pada peraturan yang ditetapkan. Selain itu mereka juga mematuhi norma masyarakat yang telah mengakar dalam keidupan. Sejak kecil orang Jepang telah dididik untuk hidup mandiri dan tidak mengganggu orang lain. Hal inilah yang membuat orang Jepang selalu menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.

Kehidupan Keagamaan

Di Jepang banyak terdapat kelompok aliran kepercayaan. Namun banyak orang Jepang yang tidak mempunyai kepercayaan yang jelas terhadap agama tertentu. Memang ada orang Jepang yang menganut agama kristen, islam, dan lain-lain. Tetapi jumlahnya tidak banyak. Kebebasan beragama di Jepang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar. Oleh karena itu agama yang dianut oleh para trainee tidak menjadi persoalan. Meskipun begitu, agama adalah persoalan pribadi. Perusahaan tidak mengistimewakan aktifitas beragama selama masa pelatihan. Jika anda ingin melaksanakan kewajiban anda untuk beribadah, sebisa mungkin dilakukan tanpa mengganggu kewajiban anda sebagai trainee di perusahaan.

Basa-Basi

Orang Jepang juga suka basa-basi. Mereka sering kali memuji dan mengatakan sesuatu yang baik-baik meski kenyataannya tidak demikian. Jika mereka memuji anda dengan mengatakan “Nihongo ga joozu desu ne,” jangan keburu senang soalnya bisa saja itu hanya sebuah basa-basi. Begitu pula jika orang Jepang mengatakan “Mata kite kudasai,” saat anda hendak pulang dari berkunjung, tidak selalu berarti dia mengundang anda untuk datang lagi. Hal ini betul-betul membuat repot orang yang mendengarnya. Untuk mengetahui apakah itu sungguh-sungguh atau hanya sekedar basa-basi, pandai-pandailah menilainya dan mengukur tingkat keakraban hubungan.

Kehidupan Pribadi

Berikut ini adalah hal-hal yang dikerjakan oleh seorang karyawan dalam satu hari.

Sebelum berangkat kerja :

  • Setelah bangun tidur, menggosok gigi dan cuci muka.
  • Menyiapkan sarapan pagi, makan pagi dan membereskannya.
  • Ke kamar kecil, agar tidak buang air besar di tengah hari.
  • Membereskan tempat tidur.
  • Mengatur rambut sebelum berangkat kerja. Laki-laki mencukur kumis dan jenggot. Wanita berdandan dengan rapi.
  • Ada juga yang menggosok gigi sekali lagi setelah makan.
  • Mengganti pakaian untuk ke kantor.
  • Membuang sampah yang telah dibereskan sebelumnya.
  • Memeriksa jika ada yang kelupaan, mematikan seluruh peralatan listrik dan gas, lalu mengunci pintu dan berangkat kerja.

Setelah pulang ke rumah :

  • Mengganti pakaian kerja dengan pakaian rumah.
  • Menyiapkan makan malam, makan, lalu membereskannya.
  • Menampung air untuk mandi, lalu cuci rambu dan mandi.
  • Malam hari, mencuci pakaian dan menjemurnya. Pakaian yang kering dilipat dengan rapi dan menyimpannya ke dalam lemari.
  • Jika ada waktu luang, sebelum tidur, nonton TV, membaca buku, dan lain-lain.
  • Menggosok gigi sebelum tidur.
  • Menyiapkan keperluan untuk berangkat kerja besok, menyetel jam weker, lalu tidur.

Hubungan dengan Orang Lain

Berbeda dengan orang Indonesia yang mudah akrab dengan siapa saja, orang Jepang cenderung lebih menutup diri terhadap orang lain. Untuk bisa akrab denga orang Jepang diperlukan waktu yang cukup lama. Namun jika telah terjadi hubungan dekat dengan orang Jepang, mereka akan mempercayai anda. Tugas anda selanjutnya adalah menjaga hubungan baik itu dan menjaga kepercayaan yang diberikan. Jangan sekali-kali berkhianat jika tidak ingin hubungan baik itu rusak.

Selama tinggal di Jepang, anda dianggap sebagai warga kota tempat anda tinggal. Meskipun anda orang asing, namun tidak ada perbedaan dengan orang Jepang lainnya, terutama dalam hal menjalankan kewajiban sebagai anggota masyarakat. Sebagai anggota masyarakat, anda harus selalu bersikap baik dan menjaga hubungan baik dengan tetangga dan menjaga ketertiban lingkungan.

Beberapa keluhan dari orang Jepang mengenai keberadaan orang asing antara lain:

  1. Berkumpul pada malam hari dan membuat gaduh sehingga mengganggu tetangga.
  2. Berkunjung ke rumah orang tanpa kenal waktu dan tanpa menelepon dahulu atau membuat janji.
  3. Membiarkan dapur kotor dan membuang sisa makanan ke dalam pipa.
  4. Melemparkan sampah dari jendela, suka membuang sampah sembarangan.
  5. Tidak mematuhi tata cara membuang sampah.
  6. Membuat WC tersumbat dan meninggalkan WC yang telah dipakai tanpa menyiramnya.
  7. Masuk ke dalam rumah tanpa melepas sepatu atau menggantinya dengan alas kaki yang telah disediakan.
  8. Suka memegang barang-barang di toko dan menawarnya sampai rendah.
  9. Berpura-pura tidak bisa berbahasa Jepang sewaktu menemui kesulitan.
  10. Mengotori meja ketika makan sehingga terlihat menjijikkan.
  11. Merokok di sembarang tempat dan membuang abu rokok ke lantai meskipun sudah disediakan asbak.
  12. Membuang ludah dan dahak di jalan umum.
  13. Menjemur cucian tanpa memeras terlebih dahulu hingga air yang menetes mengganggu pejalan kaki di bawahnya.

Keluhan dan kritikan tersebut kebanyakan terjadi karena kurangnya pemahaman akan adat istiadat dan kebiasaan orang Jepang. Dengan adanya keluhan-keluhan tersebut diharapkan anda sebagai orang asing / trainee untuk dapat menyesuaikan diri dengan kebiasaan orang Jepang sehingga dapat menciptakan hubungan yang romantis dan menyenangkan.

Photo By : Stefan Lins