Matahari pagi pada hari senin 18 Februari 2019 mengiringi langkah  delapan orang alumni SMKN 2 Purwoekrto menuju lapangan upacara untuk memberikan testimoni dihadapan 1100 orang siswa kelas X, XI, dan XII.  Kedelapan alumni tersebut adalah Torik Ilham Oki Dwiyandi, Rommy Fadilah, Fernanda Hega Aji Saputra, Aji Pangestu, Shofyan Lutfi, Mohamad Ranggella Piliang Sany, Tegar Bagus Mahendra, Mangku Ramadhan. Pesan yang disampaikan berupa motivasi kepada peserta upacara yang merupakan adik kelasnya untuk dapat menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya, mempersipakan diri memasuki dunia kerja seperti persiapan fisik, mental, kesehatan, skill dan lainnya.

Testimoni juga berisi pengalaman kedepalan alumni tersebut dalam mengikuti proses seleksi dan pelatihan program pemagangan ke Jepang melalui PT  JIAEC yang bekerjasama dengan SMKN 2 Purwokerto.  Seperti yang diungkapkan bapak Saepudin, S.Pd selaku ketua BKK SMKN 2 Purwokerto bahwa testimoni ini merupakan program rutin dari PT JIAEC bagi alumni yang akan berangkat mengikuti program pemagangan ke Jepang selama 3 tahun.

Semangat yang sama dalam suasana kekeluargaan alumni dari SMK PGRI Jatibarang Indramayu sebanyak enam orang berpamitan dan memohon do’a restu serta ungkapan rasa terimaksih kepada bapak Haryono Suhendro, S.T,.M.A,.M.Pd yang juga merupakan kepala SMK terbaik tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2018.

Setelah testimoni kepada adik kelas dari kelas X sampai kelas XII, para alumni ini mendapat nasihat dan motivasi dari bapak Haryono seperti yang diterima oleh tim dari PT JIAEC.  Keenam alumni tersebut adalah Muhammad Bahrul Ulum, Daryono Hadi Pranata, Azis Susanto, Mustana, Dedi Eko Saputra, Agung Iswanto. Menjadi Trainee atau siswa praktek kerja PT JIAEC merupakan cita-cita yang sudah tertanam sejak masuk SMK.

Ditempat berbeda sebagai ketua BKK SMKN 1 Kandeman Jawa Tengah bapak Nanung, S.Psi menyampaikan doa dan harapan seperti yang terucap dengan lirih.

“Sukses selalu buat mas Safaat Dwi Amiza dan mas Danang, semoga lancar perjalanan ke Jepang”. 


Kedua alumni tersebut akan berangkat ke Jepang pada tanggal 24 Februari 2019.

Dalam kiriman  swafoto kedua alumni tersebut mengapit kepala SMKN 1 Kandeman bapak Suyanta, S.Pd,. M.Si. Dengan penuh percaya diri kedua siswa praktek kerja dari PT JIAEC tersebut memberikan testimoni kepada adik kelas serta bapak ibu guru tentang pengalaman mengikuti seleksi rekrutmen magang ke Jepang.  Safaat dan Danag berharap kedepan semakin banyak alumni SMKN 1 Kandeman yang mengikuti jejak langkahnya untuk magang ke Jepang.

ditulis oleh : Tenten Mangku Sapuan 

Pekerjaan pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan industri karena memegang peranan yang utama seperti industri konstruksi, galangan kapal, dan sebagainya. Mengawali tahun baru 2019 ini, PT JIAEC melakukan langkah besar dengan membuka pusat pelatihan khusus bidang pengelasan. JIAEC Welding Training Center secara resmi dibuka untuk mempersiapkan calon siswa bidang pekerjaan pengelasan untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan bidang pengelasan di Jepang, serta untuk menciptakan tenaga – tenaga welder profesional di Indonesia.

Cikal bakal didirikannya JIAEC Welding Training Center ini diawali dengan pelatihan pengelasan untuk melatih instruktur – instruktur PT JIAEC yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency ( JICA ) dengan menunjuk Mr. Tooru Kawashima seorang expert bidang pengelasan dari Jepang. 

JIAEC Welding Training Centre ini berpusat di Pulogadung, Jakarta Utara dan memiliki 10 mesin las jenis GMAW yang banyak dibutuhkan oleh dunia industri. Program pelatihan di JIAEC Welding Training Center ini ada dua, yakni : Pelatihan  Khusus dan Pelatihan Reguler. Pelatihan Khusus adalah pelatihan las yang materinya disesuaikan dengan kebutuhan industri pemesan, misal : plat tebal, ampere tinggi ( pelatihan untuk perusahaan pembuat alat berat di Jepang ) dan lain – lain. Adapun Pelatihan Reguler adalah pelatihan las berupa teori dan praktek dengan jumlah jam pelatihan sebanyak 172 jam .

JIAEC Welding Training Center merupakan pelatihan pengelasan yang mempunyai kualitas pelatihan yang didukung oleh fasilitas dan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industry sekarang.