Sabtu, 9 Februari 2019 staf PT JIAEC mengikuti Inhouse Training dengan Trainer Edyson Firdaus, SE, MM dari Saga Grup.  Tema besar yang diusung dalam training tersebut adalah menyadarkan setiap individu untuk mampu merencakan, beraksi dan akselerasi dari Visi menjadi Aksi. Edyson Firdaus sebagai pribadi yang sederhana mampu menghipnotis peserta training dengan antusias menyimak materi. Pengalaman hidup dari seorang Edyson Firdaus Trainer dan motivator dari seorang pekerja biasa sampai menjadi CEO perusahaan.

Training tersebut dipandu oleh moderator dari interal PT JIAEC Ismu Ilham Prasongko. Poin-poin mendasar yang menjadi vitamin dan energi pembaharu dari Training tersebut adalah yang pertama dalam bekerja selalu niatkan diri untuk ingin berjumpa dengan sang pencipta dan mendapatkan ridho-Nya. Kemudian beliau mengungkapkan bahwa jangan menjadikan gaji suatu tujuan utama, karena seberapapun gaji yang kita dapat, kita tidak akan pernah mendapatkan kepuasan dunia sampai kapan pun karena proses yang kita dapatkan akan dijadikan “poin plus” lain yang bisa menambah kepuasan batin di luar gaji tersebut. Pada sesi akhir acara, pria yang akrab disapa bapak Edy tersebut membuatkan pesan kepada para peserta untuk membuat catatan resolusi selama 3 bulan kedepan, dimulai dari rencana, kendala yang akan dihadapi, cara yang akan dilakukan agar peserta bisa melihat rencana ke depannya.

Peserta Training Mengubah Visi menjadi Aksi

Para peserta Training berharap acara serupa dapat dilaksanakan dikemudian hari agar dapat lebih mendapatkan pengetahuan dan motivasi untuk bekerja dan berkarya lebih baik. Terutama dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang akan menjadi Trainee atau siswa praktek kerja di Jepang.

Di tulis oleh Tenten Mangku Sapuan & Ismu Ilham P.

Swara Pendidikan.co.id – (Depok)

Forum Bursa Kerja Khusus (F-BKK) tingkat kota Depok yang bekerja sama dengan PT Japan Indonesia Economic Center (JIAEC) menseleksi 30 siswa kls XII yang baru lulus sekolah untuk magang diperusahaan Jepang melalui tes terakhir Sabtu (9/9).

Sebelumnya dari tes administrasi dan tes kompetensi dilakukan masing – masing sekolah melalui BKK yang ada disekolah masing – masing, adapun Forum BKK terdiri dari berbagai sekolah SMK yang sudah terbentuk BKKnya dan tergabung di Forum BKK tingkat kota Depok.

Kesempatan para siswa/i SMK untuk bekerja dijepang melalui proses seleksi yang ketat,selain ketrampilan yang dibutuhkan diperusahan Jepang seperti jurusan elektronik,otomotif ringan dan tata boga juga dibutuhkan kemampuan bahasa,dan wawasan budaya Jepang,hal itu disampaikan Kepala SMKN 2 Tatang Komarudin.

“Dengan adanya Forum BKK, penyaluran kerja keluar negeri khusus Negara Jepang yang bekerjasama dengan PT JIAEC dapat membuka seluas – luasnya lulusan pelajar SMK dikota Depok,”terang Tatang.

Tempat yang sama Ketua Forum BKK Sri Maisaroh juga menjelaskan kegiatan seleksi magang yang akan dikirim ke Jepang berjumlah 9 SMK terdiri dari SMKN 2,SMKN 3,SMK Nasional,SMK Kusuma Bangsa 1,SMK Baskara, SMK Kharisma,SMK Ganesa Satria,SMK Karya Muda.

“Ini kali pertama Forum BKK melibatkan beberapa SMK untuk dapat mengirimkan siswanya mengikuti seleksi magang yang akan dipersiapkan untuk bekerja magang,”jelas Sri yang juga guru BK SMKN 2.

Sementara itu juga hadir Zaenah Kabid Pelatihan, Produktifitas dan Bina LPK Dinas Tenaga Kerja kota Depok yang turut mengawasai pelaksanaan seleksi magang yang dilakukan tim HRD PT JIAEC.(Syahrul)