Orang Jepang

July 2, 2015
Photo By : Stefan Lins

Karena akan tinggal dalam jangka waktu yang cukup lama di Jepang, anda harus mengenali watak dan sifat-sifat orang Jepang. Memang setiap orang tidak sama sifatnya. Namun tentu ada ciri khas yang dimiliki orang Jepang. Agar dapat menjalin hubungan baik dengan orang Jepang, baik di tempat kerja maupun di lingkungan tempat tinggal, maka kita harus tahu sifat umum dan cara pandang orang Jepang akan sesuatu, serta kebiasaan hidup mereka.

Pekerja Keras

Bayangan yang mungkin muncul pertama kali jika ditanya tentang sifat orang Jepang adalah “Pekerja Keras”. Orang Jepang bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab atas pekerjaannya. Seorang karyawan tidak segan-segan bekerja sampai larut malam untuk menyelesaikan pekerjaannya. Mereka tiba di tempat kerja sebelum waktu kerja dimulai. Sebaliknya, mereka akan merasa malu jika pulang tepat waktu.

Menepati Waktu

Orang Jepang juga dikenal selalu menepati waktu. Tidak ada istilah jam karet dalam kehidupan orang Jepang. Bagi orang Jepang, jam tangan atau alat penunjuk waktu lainnya merupakan benda yang sangat penting. Orang Jepang selalu memperhatikan jam berapa sesuatu dimulai, jam berapa mereka harus bersiap-siap, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menuju tempat tersebut, dan lain-lain. Hal ini mereka lakukan agar mereka tidak terlambat, mereka akan menelepon terlebih dahulu. Keterlambatan seseorang akan mengganggu orang lain. Mungkin inilah yang menyebabkan orang Jepang menaruh perhatian khusus terhadap waktu. Keterlambatan tidak hanya dinilai kurang sopan, namun juga akan menghilangkan kepercayaan orang lain terhadap diri kita.

Taat Pada Peraturan dan Norma Masyarakat

Salah satu faktor yang membuat Jepang menjadi negara teraman di dunia adalah ketaatan warga pada peraturan yang ditetapkan. Selain itu mereka juga mematuhi norma masyarakat yang telah mengakar dalam keidupan. Sejak kecil orang Jepang telah dididik untuk hidup mandiri dan tidak mengganggu orang lain. Hal inilah yang membuat orang Jepang selalu menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.

Kehidupan Keagamaan

Di Jepang banyak terdapat kelompok aliran kepercayaan. Namun banyak orang Jepang yang tidak mempunyai kepercayaan yang jelas terhadap agama tertentu. Memang ada orang Jepang yang menganut agama kristen, islam, dan lain-lain. Tetapi jumlahnya tidak banyak. Kebebasan beragama di Jepang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar. Oleh karena itu agama yang dianut oleh para trainee tidak menjadi persoalan. Meskipun begitu, agama adalah persoalan pribadi. Perusahaan tidak mengistimewakan aktifitas beragama selama masa pelatihan. Jika anda ingin melaksanakan kewajiban anda untuk beribadah, sebisa mungkin dilakukan tanpa mengganggu kewajiban anda sebagai trainee di perusahaan.

Basa-Basi

Orang Jepang juga suka basa-basi. Mereka sering kali memuji dan mengatakan sesuatu yang baik-baik meski kenyataannya tidak demikian. Jika mereka memuji anda dengan mengatakan “Nihongo ga joozu desu ne,” jangan keburu senang soalnya bisa saja itu hanya sebuah basa-basi. Begitu pula jika orang Jepang mengatakan “Mata kite kudasai,” saat anda hendak pulang dari berkunjung, tidak selalu berarti dia mengundang anda untuk datang lagi. Hal ini betul-betul membuat repot orang yang mendengarnya. Untuk mengetahui apakah itu sungguh-sungguh atau hanya sekedar basa-basi, pandai-pandailah menilainya dan mengukur tingkat keakraban hubungan. read more →

Bahasa Jepang

July 1, 2015

Learning Japanese

Sebelum berangkat ke Jepang, tentunya anda diharapkan sudah menguasai Bahasa Jepang. Setidaknya untuk kehidupan sehari-hari. Penguasaan bahasa Jepang sangat diperlukan karena kebanyakan orang Jepang tidak mengerti bahasa asing. Meskipun ada orang Jepang yang bisa bahasa inggris, namun biasanya logat bicara mereka Jepang sekali sehingga sulit untuk menangkap pembicaraan mereka.

Bahasa Jepang yang dipelajari orang asing adalah Bahasa Jepang standar. Maksudnya adalah Bahasa Jepang yang dapat dimengerti oleh seluruh orang Jepang di manapun. Pada prakteknya nanti mungkin anda akan menemukan perbedaan-perbedaan antara apa yang anda pelajari dengan  bahasa yang mereka gunakan. Hal ini dapat terjadi karena hampir setiap daerah di Jepang memiliki hoogen atau dialek, sebagaimana bahasa daerah di Indonesia. Karena macamnya sangat banyak dan setiap tempat memiliki kata-kata khusus, maka hoogen tidak diajarkan dalam pelajaran Bahasa Jepang. Namun jangan khawatir karena mereka tetap akan mengerti jika anda berbicara dengan menggunakan bahasa standar.

Selain itu, sebagai bahasa percakapan, tentu banyak ungkapan-ungkapan yang tidak anda pelajari dari buku. Janganlah ini dijadikan kendala karena anda dapat mempelajarinya sendiri secara otodidak dengan cara banyak-banyak bergaul dengan orang Jepang.

Bahasa yang digunakan di tempat kerja, terutama di pabrik mungkin juga akan dirasakan berbeda dengan bahasa yang dipelajari. Bahasa yang digunakan di pabrik terdengar kasar dan menggunakan kata-kata tidak standar. Mereka tidak mungkin mengucapkan kalimat lengkap karena mereka harus mengucapkannya dengan lantang dan cepat.

Ketika berbincang-bincang mungkin anda akan menangkap kesan orang Jepang bicaranya cepat sekali. Jangan heran karena tentu saja mereka menguasai bahasa Jepang. Seperti orang Indonesia dan orang-orang di negara lain yang ketika bercakap-cakap dengan temannya akan berbicara dengan cepat. Jika anda tidak dapat menangkap pembicaraan orang itu, jangan ragu-ragu untuk berkata “motto yukkuri hanashite/itte kudasai“.

Bahasa Jepang yang anda pelajari selama masa training dinilai cukup untuk digunakan sebagai bekal berkomunikasi di Jepang karena telah mencakup segala aspek dan situasi dalam kehidupan. Pengembangan selanjutnya tergantung dari keaktifan anda dalam berbicara dengan orang Jepang secara langsung. Janganlah menjadikan bahasa sebagai kendala anda untuk bekerja dengan baik dan menikmati kehidupan di Jepang.