Kegiatan Pasca Magang

February 14, 2019

Ket foto : Sdr. Alfan jongkok pertama dari kanan

 

Program pemagangan di Jepang merupakan program penerimaan pekerja – pekerja muda dari berbagai negara, kemudian melatih mereka agar dapat menguasai teknologi dan keterampilan. Keterampilan yang didapat tidak hanya dalam bidang pekerjaan atau hard skill tetapi juga mendapatkan soft skill berupa pengalaman serta etos kerja yang dipelajari dari orang Jepang.  Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja perorangan serta dapat ikut berkontribusi kepada pembangunan industri dan perusahaan setelah trainee pulang ke negara asalnya.

Berkaitan dengan hal tersebut kami telah mewawancarai salah satu profil alumni yaitu Sdr. Alfan Sofiyullah yang telah menyelesaikan pemagangan di perusahaan Nakamoto Seisakusho dari tahun 2011 – 2014 . Berikut petikan wawancaranya :

  1. Bisa Anda ceritakan pengalaman paling menyenangkan di Jepang ?
    Bisa belajar bekerja dengan baik. Mengenai kedisiplinan serta proses 5S sangat diperhatikan. Sehingga melekat dalam diri saya dan dapat implementasikan tidak hanya dalam bekerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu pengalaman yang tidak akan dilupakan adalah pernah mengikuti dan memenangi speech contest bahasa Jepang.
  2. Kalau pengalaman yang tidak menyenangkan?
    Masa awal tiba di Jepang adalah ketika musim gugur. Perbedaan suhu dengan Jakarta sangat drastis. Sehingga berdampak pada proses pembelajaran mengenai pekerjaan menjadi lebih berat. Ditambah jari tangan pecah – pecah dan terasa perih.
  3. Pendapat Anda tentang program magang di Jepang seperti apa?
    Menurut saya mendapatkan kesempatan untuk magang di Jepang adalah sebuah pengalaman yang benar-benar dapat merubah hidup seluruh jisshuusei ( Siswa Praktek Kerja ), khususnya bagi saya. Banyak hal yang didapat selain dari segi materi, tetapi juga pembelajaran hidup, bisa mandiri, tidak mudah menyerah, kerja keras dan beratnya menahan  untuk bertemu dengan keluarga. Selain itu berinteraksi dengan orang asing di negara luar, membuat pembelajaran bahasa menjadi sangat efektif. Berinteraksi dengan guru bahasa Jepang, rekan kerja atau bahkan dengan penjaga toko mampu membuat saya membuka wawasan baru  dan memahami sudut pandang orang lain dari sisi yang berbeda.

    Sdr. Alfan ketika bekerja sebagai penerjemah


  4. Pengalaman selama magang yang bisa dimanfaatkan saat ini
    Kedisiplinan dan etos kerja selama magang sudah tertempel di dalam diri, sehingga lebih mudah untuk beradaptasi ketika bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia bila dibandingkan dengan sesama karyawan yang belum memiliki pengalaman magang di Jepang.
  5. Bisa Anda ceritakan pekerjaan Anda saat ini?
    Saat ini bekerja di PT. Sugawara Kadii Indonesia. Bekerja sebagai Personal Asisstant Director. Pekerjaan lebih banyak di bidang interpreter, khususnya meeting. Juga arrangement untuk appoinment, akomodasi atasan seperti : rumah, mobil, hotel ketika dinas luar kota, pengurusan dokumen legalitas perusahaan seperti izin impor, visa kerja, dll. Saya menyukai pekerjaan ini karena mendapat pengalaman terhadap hal baru. Khususnya ketika bertemu dengan orang-orang yang bekerja di pemerintahan. Karena perusahaan ini sering berhubungan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Binamarga. Sehingga membuat saya sedikit mengerti program ataupun progres pembangunan di Indonesia.
  6. Apa perubahan yang terjadi dalam diri Anda setelah mengikuti pemagangan di Jepang?
    Menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah, selalu berusaha ketika mengalami kegagalan. Juga lebih perhatian terhadap keluarga karena sudah pernah merasakan hidup di luar negeri tanpa bisa pulang ke kampung halaman.

 

Explore Japan

June 17, 2015

Luas daratan Jepang 378.000 km2, yaitu satu per dua puluh lima dari luas Amerika Serikat (sedikit lebih kecil daripada Kalifornia), satu per dua puluh dari Australia, dan 1,5 kali luas Britania. (Bandingkan dengan luas daratan Indonesia : 2.027.087 km2). Tiga perempat negeri Jepang bergunung-gunung, sedangkan bagian selebihnya berbentuk dataran dan cekungan. Jepang terdiri dari rangkaian pulau-pulau yang membentang sepanjang 3000 kilometer dari utara ke selatan. Empat pulau utamanya adalah Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu.

Jepang dikelilingi laut. Arus hangat dan dingin mengalir melalui laut-laut di sekitarnya, sehingga membentuk lingkungan yang mendukung berkembangnya berbagai spesies ikan.

Sebagian besar Jepang berada dalam Zona Utara Beriklim Sedang dan beriklim monsun yang lembab, dengan angin tenggara yang bertiup dari Samudera Pasifik selama musim panas dan angin barat-laut yang bertiup dari benua Eurasia (Eropa-Asia) pada musim dingin.

Negeri Jepang mempunyai empat musim yang jelas batasnya. Dua dari pemandangan yang paling indah di Jepang adalah ketika bunga sakura bermekaran di musim semi dan dedaunan berubah menjadi warna-warni merah, jingga, dan kuning yang mempesonakan pada musim gugur. Rakyat Jepang menikmati petanda-petanda perubahan musim dan mengamati perkembangannya dengan memperhatikan laporan cuaca, yang menampilkan peta di mana sakura sedang bermekaran pada musim semi dan dedaunan musim gugur sedang indah-indahnya. Ujung utara dan selatan Jepang mempunyai iklim yang sangat berbeda. Misalnya, pada bulan Maret, orang dapat berjemur sinar matahari di wilayah selatan atau bermain ski di wilayah utara!

Jepang kerap dilanda berbagai bencana alam berat seperti taifun, letusan gunung api, dan gempa bumi. Bencana demikian bisa menelan banyak korban jiwa, seperti Gempa Bumi Kobe Januari 1995, maka rakyat Jepang terus berupaya keras selama bertahun-tahun agar kerusakan akibat bencana dapat ditekan seminimalnya. Jepang menerapkan teknologi canggih untuk merancang bangunan-bangunan yang tahan-gempa dan mengamati jalur angin badai dengan tingkat ketepatan yang tinggi.

Sumber : Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Read More >>