BATAM, klik – 45 orang alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Batam mengikuti seleksi magang kerja di Jepang. Program ini dilaksanakan oleh SMK N 1 Batam.

Kepala Sekolah SMKN 1 Batam, Lea Lindrawijaya Suroso melalui Humas, Junaidi menjelaskan, seleksi ini terbuka untuk umum dari seluruh SMK di Batam, dengan usia di bawah 22 tahun. Mereka akan di seleksi oleh tiga staf dari PT. Japan Indonesian Economic Centre (JIAEC), yang berkedudukan di Depok, Jawa Barat.

“Kami bekerjasama dengan PT. JIAEC selaku perusahaan yang membidangi rekrutmen pendidikan kerja magang ke negeri Jepang,” ujarnya, Sabtu (23/04).

Dia melanjutikan, selama proses seleksi peserta akan diberikan materi selama tiga hari oleh ketiga mentor tersebut. Setelah itu, peserta yang memenuhi syarat akan mengikuti training di Jakarta selama 4 bulan.

“Untuk kuota peserta yang lulus seleksi tidak kami batasi, selama mereka memenuhi syarat, akan kita loloskan. Ini adalah program pertama kami, maka dari itu peserta belum terlalu banyak. Yang saya harapkan, kedepannya peserta akan terus bertambah,” harap Junadi.

Sementara itu, Manajer Rekrutmen Reguler PT. JIAEC, Teten Mangku Sapuan mengungkapkan, peserta akan melalui beberapa seleksi berupa materi fisik, tertulis dan wawancara.

“Setelah itu, hasil tes akan kami bawa ke Jakarta untuk di nilai. Bagi mereka yang memenuhi syarat dan dinyatakan lulus, akan langsung menjalani training bahasa, budaya dan lainnya selama 4 bulan, baru diberangkatkan ke Jepang untuk menjalani magang pendidikan latihan kerja selama 1 bulan, sebelum kontrak kerja selama 3 tahun,” jelas Teten kepada keprinet.com.

Muflih(21), alumni SMK N l tahun 2012/2013 berharap dirinya bisa lulus seleksi dan berangkat ke Jepang.

“Sehingga di sana nanti saya bisa mendapatkan lebih banyak ilmu dan mendapatkan pekerjaan, sekaligus bisa memperkenalkan budaya Indonesia,” kata Muflih.

Sumber : Keprinet.com

JAKARTA – PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menjalin kemitraan strategis dalam penyediaan fasilitas pinjaman dua-tahap (two-step loan ) kepada PT Japan Indonesia Economic Center (PT JIAEC).

Penyediaan fasilitas pinjaman dua tahap merupakan yang pertama kali dilakukan JICA kepada sektor swasta melalui bank swasta, yakni BII. Dalam kemitraan strategis ini, dengan sumber pendanaan dari JICA melalui program private sector investment finance (PSIF), BII menyediakan pinjaman berjangka sebesar 80 juta yen kepada PT JIAEC.

Pinjaman berjangka waktu 10 tahun ini akan digunakan PT JIAEC untuk membiayai pembangunan gedung pusat pelatihan (trainee ) yang berada di Depok, Jawa Barat. ”Penyediaan fasilitas pinjaman ini selaras dengan misi BII, humanising financial services, khususnya dalam menyediakan akses yang mudah dan memberikan nilai tambah kepada generasi muda bangsa,” kata Direktur Business Banking BII Jenny Wiriyanto dalam keterangan tertulis kemarin.

Menurut dia, hal itu merupakan wujud komitmen BII yang secara tidak langsung mendukung upaya pengembangan sumber daya manusia Indonesia menjadi tenaga kerja terlatih yang handal. PT JIAEC bergerak di bidang pelatihan tenaga kerja dan agen bagi tenaga kerja non-terampil (umumnya lulusan sekolah teknik menengah) yang akan dilatih di Jepang sebagai tenaga pelatihan, di mana sebagian besar akan bekerja di beberapa pabrik di Jepang.

Setelah menamatkan pelatihan praktik selama tiga tahun di Jepang, siswa pelatihan akan kembali ke Indonesia dan umumnya akan dipekerjakan sebagai tenaga ahli dan atau pengawas di anak perusahaan terkait di Indonesia.

Jenny menegaskan, BII memiliki komitmen untuk terus melayani komunitas internasional, termasuk komunitas warga Jepang yang mengembangkan bisnis di Indonesia, dengan membentuk unit International Strategic Business (ISB) Japan Desk, yang menyediakan layanan perbankan mulai dari konsumer hingga korporasi. ISB Japan Desk sangat aktif dalam menjalin kemitraan strategis dengan bank-bank Jepang.

ISB menyediakan produk dan layanan perbankan yang memenuhi baik kebutuhan finansial individu maupun korporasi. Pada penandatanganan kemitraan strategis antara BII dan JICA, selain Jenny hadir pula Direktur Keuangan BII Thila Nadason, General Director of Private Sector Partnership and Finance Department JICA Japan Tanaka Yasushi, dan President Director JIAEC-Japan Shibata Masayo serta Direktur Utama PT JIAEC H Wahju Juliarso.

M faizal
Sumber : KoranSindo