Jumat, 31 Juli 2026 13:32
Memiliki kesempatan untuk bisa magang ke Jepang merupakan hal yang sangat berharga bagi saya. Banyak hal yang saya pelajari, mulai dari cara bekerja, berkomunikasi, hingga membangun kedisiplinan yang kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan karir setelah kembali ke Indonesia. Selama menjalani 3 tahun pemagangan, tentu terdapat tantangan yang harus saya hadapi. Utamanya, saya harus menjalani proses adaptasi dalam berkomunikasi. Ketika di perusahaan, tidak ada senpai Indonesia yang bisa membantu saya dan teman-teman untuk berkomunikasi dengan orang Jepang. Hal tersebut membuat saya dan teman-teman seperjuangan harus saling mengingatkan dan mencari cara bersama agar dapat dimengerti oleh orang Jepang. Selain itu, kita juga harus beradaptasi dengan lingkungan serta cuaca 4 musim. Walaupun begitu, banyak hal yang dapat saya pelajari. Di balik tantangan yang ada, saya juga memiliki banyak pengalaman yang menyenangkan, salah satunya yang bahkan membuat orang Jepang terkejut adalah pernyataan bahwa saya pertama kali naik kereta saat di Jepang, karena sebelumnya di Indonesia saya belum pernah menaiki kereta. Kala merasa jenuh dengan rutinitas bekerja, saya suka mengunjungi tempat wisata bersejarah, terutama saat musim gugur. Saya juga gemar olahraga seperti jogging, seringnya di hari libur saya berlari menyusuri tepian sungai sambil melihat air sungai yang jernih dengan ekosistem yang terjaga di Jepang.…
Rabu, 01 Juli 2026 11:16
Saya memiliki ketertarikan yang besar terhadap budaya Jepang sejak sebelum mengikuti program magang. Karena itu, kesempatan untuk tinggal dan bekerja langsung di Jepang menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Sebagai trainee kaigo, saya beruntung dapat bekerja di perusahaan yang memberikan banyak dukungan selama proses adaptasi. Rekan kerja dan para senior dengan sabar membantu saya memahami pekerjaan serta menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Selain itu, saya juga senang dapat bekerja bersama orang-orang dari berbagai latar belakang dan memperoleh banyak pengalaman baru. Di luar pekerjaan, saya memanfaatkan waktu luang untuk mengunjungi berbagai tempat menarik dan mencicipi makanan khas Jepang. Pengalaman tersebut membuat masa magang saya semakin berkesan dan menyenangkan. Meski demikian, ada juga tantangan yang harus saya hadapi selama tinggal di Jepang. Hal yang paling berat bagi saya adalah harus tinggal jauh dari orang tua dan keluarga. Selama tiga tahun, saya tidak dapat bertemu langsung dengan mereka dan hanya bisa berkomunikasi melalui telepon atau video call. Rasa rindu sering kali muncul, terutama ketika ada acara keluarga atau saat saya sedang menghadapi kesulitan. Namun, dari pengalaman tersebut saya belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, sabar, dan semakin menghargai kebersamaan dengan keluarga. Ketika merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan, saya biasanya melakukan berbagai kegiatan…
Rabu, 03 Juni 2026 16:53
Magang di Jepang menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selama menjalani program magang, tentu ada suka dan duka yang saya rasakan. Dukanya, karena saya ditempatkan di kaisha baru dan menjadi angkatan pertama, saya merasa cukup kesulitan untuk memahami berbagai perintah dan alur pekerjaan. Proses adaptasinya memang tidak mudah, tetapi dari situ saya belajar banyak hal tentang komunikasi dan cara bekerja di lingkungan baru. Di balik tantangan tersebut, ada juga banyak pengalaman menyenangkan yang sampai sekarang masih saya ingat. Salah satunya adalah kesempatan mencoba berbagai makanan Jepang yang cocok dengan lidah saya, seperti tempura don dan unagi don. Banyak makanan Jepang yang sebelumnya sulit saya temukan atau cukup mahal di Indonesia, justru bisa saya nikmati langsung selama tinggal di Jepang. Ketika mulai merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan yang cukup banyak mengandalkan fisik, biasanya saya pergi jalan-jalan ke tempat wisata alam. Menurut saya, Jepang memiliki banyak natural place yang indah dan dikelola dengan sangat baik. Dari berbagai cara healing yang saya coba, pergi ke onsen menjadi salah satu yang paling efektif untuk melepas lelah setelah bekerja. Sampai sekarang pun saya masih menyukai onsen, hanya saja menurut saya fasilitas onsen di Indonesia masih belum sebaik di Jepang. Setelah selesai magang, saya sempat…
Rabu, 06 Mei 2026 11:04
Magang di Jepang jadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup saya. Banyak cerita suka dan duka yang saya alami, terutama karena saya ditempatkan di bagian die casting dengan suhu kerja yang panas. Tantangannya terasa lebih berat saat musim panas karena ada risiko netsucho (heatstroke). Di awal juga cukup menantang karena harus beradaptasi dengan lingkungan kerja sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, terutama kaiwa. Di balik itu, banyak hal yang membuat pengalaman ini berkesan. Saya menikmati lingkungan Jepang yang bersih dan tertib. Tinggal di daerah pedesaan juga memberi kesempatan merasakan langsung pergantian musim. Momen yang paling saya ingat adalah saat musim sakura, ketika saya menghabiskan akhir pekan duduk santai di bawah pohon sakura, ditemani suara air dari air terjun kecil dan pemandangan gunung, rasanya tenang dan membuat saya lebih bersyukur. Selain itu, saya juga berkesempatan mengunjungi DisneySea dan Universal Studios Japan dari hasil kerja sendiri, yang jadi pencapaian kecil namun berarti. Saat jenuh, saya biasanya refresh dengan bersepeda ke tempat-tempat baru. Dari situ, saya sering menemukan pemandangan bagus, bahkan bertemu obaasan dan mengobrol santai. Hal-hal kecil ini membuat saya lebih berani mencoba hal baru. Jika sedang di rumah, saya mengisi waktu dengan memasak atau membuat camilan untuk dinikmati bersama teman. Kebiasaan…
Kamis, 02 April 2026 11:11
Saya menjalani program magang di Jepang selama tiga tahun. Alhamdulillah selama di sana saya mendapatkan perusahaan yang baik. Rekan kerja orang Jepang juga ramah, welcome, dan sangat perhatian kepada kami sebagai trainee dari Indonesia. Pekerjaan yang saya jalani pun sesuai dengan minat saya, sehingga banyak hal positif yang saya dapatkan selama berada di Jepang. Dukanya tentu harus jauh dari keluarga, terutama orang tua. Bahkan enam bulan setelah saya berada di Jepang, saya kehilangan kakek tercinta dan tidak bisa pulang ke Indonesia. Saya juga mengalami culture shock, terutama saat menghadapi musim dingin. Karena saya berasal dari daerah pesisir di Indonesia yang cuacanya panas, merasakan musim dingin di Jepang menjadi pengalaman yang cukup mengejutkan bagi saya. Ada juga pengalaman unik yang sampai sekarang masih saya ingat. Waktu baru sekitar satu atau dua minggu di Jepang, saya mencoba belanja kebutuhan sehari-hari sendiri. Saat itu kemampuan bahasa Jepang saya masih pemula, jadi ketika membeli daging saya hanya melihat harganya yang murah tanpa benar-benar membaca jenis dagingnya. Dengan percaya diri saya selalu mengambil daging tersebut, karena posisinya juga berada di dekat rak daging sapi. Hal itu berlangsung cukup lama, bahkan sekitar tiga bulan. Sampai suatu hari ketika saya sedang berbelanja, saya bertemu dengan sensei bahasa…