Jumat, 23 Januari 2026 10:20
Usman, merupakan eks trainee PT JIAEC yang sekarang sukses berkarir di Indonesia. Ia kini menjabat sebagai Manajer Produksi di salah satu perusahaan manufaktur Jepang yang berlokasi di Cikarang. Melalui artikel ini, Usman berbagi beberapa tips yang menurutnya dapat diterapkan baik untuk Jisshuu maupun eks jisshuu. Tips tersebut ia bagi menjadi dua fase. Fase 1: Pengembangan Diri (saat masa Jisshuu) “Ketika jisshuu yang perlu kita tanamkan pada diri kita adalah tujuan yg dulu kita ucap dan bahkan hafalkan, yakni ‘keinginan untuk belajar’ baik terhadap budaya ataupun teknologi yang ada di jepang. Tujuannya sudah pasti untuk skill up diri kita. Baik itu untuk skill up di bidang bahasa, cara kerja, maupun cara berfikir pekerja Jepang. Contohnya, ketika ada masalah atau defect pada produk, orang Jepang akan lebih fokus kepada problem solving, bukan siapa yang telah membuat defect. Berbeda dengan kita yang lebih mengutamakan punishment, dari situlah kita dituntut untuk merubah cara berfikir supaya lebih kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, diharapkan kawan-kawan jisshuu harus merubah mindset atau cara berfikir mereka untuk tidak menjadikan okane atau uang sebagai tujuan utama, tapi justru pengembangan diri lah yang harus diprioritaskan untuk masa depan,” Ungkapnya. Fase 2: Pembuktian Diri (saat kembali ke Indonesia) Menurut Usman, beberapa…
Senin, 12 Januari 2026 11:23
Saya Futucha, alumni magang PT JIAEC kepulangan 2020. Tujuan awal saya untuk magang ke Jepang sangat sederhana, yaitu ingin membantu perekonomian keluarga. Alhamdulillah, keinginan tersebut dapat terwujud hingga bisa membuka usaha kecil untuk orang tua saya. Namun, seiring berjalannya waktu saya menyadari bahwa dengan mengikuti program magang ini, manfaat yang saya dapatkan tidak hanya pada segi ekonomi. Saya belajar beradaptasi di lingkungan baru, bersosialisasi, memahami cara kerja tim bersama orang Jepang, dan tentu saja memperdalam bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari. Selama magang, saya menikmati kehidupan di pedesaan Jepang. Suasananya tenang, penduduknya ramah, dan lingkungannya penuh energi positif. Setiap pagi disapa anak-anak SD, bekerja bersama para kakek-nenek yang hangat, dan menikmati pemandangan sawah serta laut yang indah. Jauh dari hiruk-pikuk kota besar justru membuat saya merasa damai. Pengalaman paling berkesan adalah ketika saya dan rekan berkesempatan untuk mengikuti upacara Seijin Shiki (Hari Kedewasaan). Kami yang saat itu baru genap berusia 20 tahun, ikut merayakannya bersama pemuda Jepang lainnya. Saya masih ingat bagaimana semua mata tertuju pada kami karena dengan kompak kami sebagai orang Indonesia memakai kebaya yang seragam. Selama di Jepang, saya tidak lupa untuk terus mengembangkan kemampuan diri. Walaupun dengan cara yang terbilang sederhana seperti mengobrol dengan rekan perusahaan dan…
Senin, 12 Januari 2026 10:24
Saya Kukuh, alumni magang JIAEC tahun 2020. Bagi saya, manfaat terbesar dari mengikuti program magang ke Jepang adalah kemampuan bahasa yang bisa saya bawa pulang. Setelah kembali ke Indonesia, skill bahasa Jepang tersebut sangat membantu karier saya, terutama karena di perusahaan tempat saya bekerja sekarang, atasan saya adalah orang Jepang dan saya dapat berkomunikasi langsung tanpa kendala. Selain itu, bidang pekerjaan saya selama magang di Jepang ternyata sangat mendukung karier saya di Indonesia karena masih berada di lingkup pekerjaan yang sama. Selama di Jepang, banyak hal yang saya sukai. Saya bisa mendapatkan pengalaman baru mengenai teknologi yang ada di sana, sekaligus berkesempatan untuk berlibur dan mengunjungi beberapa tempat terkenal di Jepang. Namun sayangnya, karena program magang saya hanya berlangsung satu tahun, masih banyak hal yang belum sempat saya pelajari. Waktu terasa singkat, dan ada beberapa hal yang ingin saya dalami namun tidak sempat saya kejar. Alhamdulillah, selama menjadi peserta magang saya berusaha bekerja dengan baik. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa setelah kembali ke Indonesia, dari ratusan peserta magang lainnya, saya terpilih dan dipanggil untuk bekerja di anak perusahaan Jepang yang baru didirikan di Indonesia. Hingga sekarang, saya masih bekerja di perusahaan tersebut. Sebenarnya, magang ke Jepang bukanlah bagian…
Senin, 03 November 2025 08:48
Saya Ryan Perdana, ex-trainee keberangkatan tahun 2019. Melalui program magang Jepang PT JIAEC, banyak sekali manfaat yang saya rasakan dalam kehidupan saya. Mulai dari bagaimana menjadi pribadi yang memiliki etos kerja tinggi serta disiplin, terutama dalam hal tepat waktu dan taat pada aturan-aturan yang ada. Selama masa magang, saya mendalami bahasa Jepang dari lingkungan tempat kerja. Berkat ilmu dan keahlian yang saya miliki tersebut, saya dapat berkomunikasi langsung dengan orang Jepang, bahkan menyalurkan ilmu tersebut kepada teman-teman yang ingin belajar bahasa Jepang. Kalau berbicara tentang pengalaman, tentu saja banyak sekali hal yang saya lalui di Jepang, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Salah satu hal yang paling berkesan adalah kesempatan untuk berwisata ke berbagai tempat indah seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka. Saya juga berkesempatan merasakan serunya bermain ski saat musim dingin, yang menjadi pengalaman indah dan tidak terlupakan. Masa adaptasi ketika awal menjadi titik yang cukup berat bagi saya, baik dari segi pekerjaan maupun di kehidupan sehari-hari yang mengharuskan kita terbiasa untuk berada sangat jauh dari keluarga. Namun, saya percaya bahwa seiring berjalannya waktu, semuanya bisa dilewati asalkan kita selalu berusaha, bersabar, dan selalu bersyukur. Di Jepang, salah satu cara yang saya terapkan untuk mengembangkan diri adalah sering berkomunikasi dengan orang…
Senin, 22 September 2025 10:08
Program magang ke Jepang merupakan salah satu kesempatan terbaik untuk mengembangkan potensi diri. Melalui program yang diselenggarakan oleh PT JIAEC, saya sebagai peserta merasa mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga, baik mengenai bahasa, budaya, maupun norma dan aturan yang berlaku di Jepang. Bekal ini menjadi dasar penting sebelum berangkat, sehingga memudahkan peserta untuk belajar sekaligus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Metode belajar, kedisiplinan, dan pola pikir yang diajarkan selama pelatihan mampu membentuk karakter diri yang tekun, baik dalam belajar maupun bekerja. Karakter ini menjadi fondasi penting yang manfaatnya sangat terasa hingga sekarang, terutama dalam hal kemampuan bahasa Jepang serta etos kerja. Kedua hal tersebut membantu saya bersaing di dunia kerja sekaligus membuka berbagai peluang baru. Namun, mengikuti program magang ke Jepang tentu memiliki tantangan. Salah satu yang paling dirasakan hampir semua peserta adalah harus berpisah jauh dari keluarga dan melewatkan momen-momen penting bersama mereka. Meski demikian, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar. Bekerja di luar negeri memberi saya pengalaman yang tidak bisa ditemukan di Indonesia. Mulai dari alam, lingkungan, budaya, hingga etos kerja masyarakat Jepang, semuanya turut membentuk karakter saya saat ini. Menurut saya, program magang ke Jepang memberikan dua jenis manfaat, yaitu pengembangan diri dan perkembangan ekonomi. Magang umumnya berlangsung…