Kegiatan Seremoni Pemberangkatan Trainee di Kantor Utama PT JIAEC Depok 23 Februari 2023 (MR Wicaksana/PT JIAEC)

Depok, 23 Februari 2023 PT JIAEC berhasil memberangkatkan 154 orang Trainee ke Jepang. Jumlah ini meningkat dari keberangkatan bulan sebelumnya yaitu 116 Trainee.

Pemberangkatan Trainee pada 23 Februari 2023 berasal dari sumber rekrutmen Kantor Utama PT JIAEC Depok sebanyak 74 orang yang berasal dari sekolah di Jawa Barat dan sekitarnya, sumber rekrutmen Kantor Operasional PT JIAEC Yogyakarta sebanyak 41 orang dari sekolah sekitar Jawa Tengah, sumber rekrutmen Kantor Operasional PT JIAEC Surabaya sebanyak 36 orang dari sekolah sekitar Jawa Timur dan 3 orang Trainee Jisshu-3 re-entry. Dimana ketiga orang Trainee Jisshu-3 ini adalah Trainee yang sudah menyelesaikan pemagangan selama 3 tahun dan akan melanjutkan kembali pemagangan ke Jepang.

Persiapan pemberangkatan Trainee dilakukan pada tanggal 22 Februari 2023. Mereka yang berasal dari rekrutmen Depok dijadwalkan untuk hadir di Kantor Utama PT JIAEC Depok pada pagi hari pukul 10.00 WIB. Untuk Trainee asal rekrutmen Yogyakarta dan Surabaya diberangkatkan serentak dengan pesawat dan tiba di Kantor Utama PT JIAEC Depok pukul 14.00 WIB. Setelah tiba di Kantor Utama PT JIAEC Depok, dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan oleh dokter serta pemeriksaan kelengkapan barang dan dokumen keberangkatan Trainee oleh panitia keberangkatan yang bertugas.

Sebelum beranjak ke Bandara Soekarno Hatta, pada 23 Februari 2023 dilakukan Seremoni Pemberangkatan Trainee yang bertempat di aula PT JIAEC Depok. Seremoni tersebut dibuka dengan sambutan oleh Atsushi Kawabata selaku Direktur Operasional PT JIAEC. Atsushi Kawabata memberikan pesan “Mungkin ini menjadi pengalaman pertama bagi kalian semua untuk tinggal di luar negeri dan bisa jadi kalian semua merasakan kekhawatiran untuk memulai hidup di Jepang. Tetapi, JIAEC Jepang adalah organisasi yang tertua dan paling banyak menerima Trainee dari Indonesia, serta memiliki rekam jejak dan sangat berpengalaman dalam menerima peserta pelatihan. Selama ini kamiselalu memberikan duungan kepada para-Trainee di Jepang, sehingga saya harap kalian semua berangkat dengan perasaan tenang dan jangan segan untuk melakukan konsultasi kepada kami jika kalian menghadapi masalah.”

Pesan tersebut diberikan agar para-Trainee selama berada di Jepang tidak kehilangan arah ketika membutuhkan konsultasi dengan masalah dialami nantinya.

Selanjutnya sambutan oleh Tenten Mangku Sapuan selaku Direktur PSDM PT JIAEC. Tenten menceritakan kisah tentang dua remaja berusia 20 tahun yang sedang melakukan perjalanan di kereta. Dua remaja tersebut melihat seorang ayah bersama anaknya yang juga berusia 20 tahun. Anak tersebut bercerita dengan begitu antusiasnya kepada ayahnya dengan berdiri dari kursinya lalu memegang kaca melihat ke arah luar kereta. Dia berkata “Ayah-Ayah pohon-pohon di luar kereta ini berjalan mengikuti kita. Ayah coba liat pohonnya jalan terus mengikuti kita” ayahnya diam dengan senyum. “Awan di atas kita juga berjalan mengikuti kita” lanjut sang anak.

Lalu dua remaja tadi menilai sang anak seumuran dia seharusnya tidak berbicara seperti itu, seharusnya sudah dewasa. Kedua anak remaja tersebut datang menghampiri ayah dan anak tersebut sambil berkata “Bapak maaf kami perhatikan dari tadi anak tersebut berbicara seperti itu. Kenapa anak bapak tidak dibawa ke dokter saja?” Lalu sang ayah tersenyum sambil menepuk kedua anak tersebut sambil berkata “Kebetulan bapak dan anak bapak baru pulang dari dokter, karena anak bapak ini dari kecil sampai sekarang baru bisa melihat.”

Kedua anak tersebut langsung merasa tidak enak hati karena telah memberikan label yang salah ke anak tersebut, menjustifikasi anak tersebut dengan tren pemikiran dua anak tersebut. Untungnya kedua anak tersebut melakukan konfirmasi ke sang ayah. Ternyata prasangka dua remaja tsb tidak tepat.

“Bayangkan seandainya mereka tidak melakukan kroscek kepada ayahnya, dia akan berbicara ke orang yang lain. Bahwa mereka melihat orang dengan pandangan mereka tersebut dan menghasilkan hoax dan berita bohong.” Lanjut Tenten.

“Hubungannya apa dengan kalian akan ke Jepang? Apa yang kalian baca, apa yang kalian lihat dan kalian ambil kesimpulan tanpa konfirmasi, yang terjadi adalah hubungan personal kalian dengan teman kalian menjadi tidak baik. Hubungan personal bisa menjadi masalah besar apabila tidak ada konfirmasi atau kroscek ke orang atau pelakunya. Melihat karyawan orang Jepang yg menurut kalian tidak benar kalian menyabarkan hoax, hubungan kalian dengan orang perusahaan akan tidak baik. Era digital tanpa batas informasi kita sudah diajarkan dengan norma agama dengan budaya kita tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain. Maka dengan itu, ini bekal bagi kalian gen Z. Hati-hati menerima informasi yang masuk ke telinga kalian dan mata kalian. Pastikan kalian mendapatkan informasi yang benar bisa dipertanggung jawabkan. Dengan demikian program pemagangan ke Jepang harapan orang tua kalian bisa berjalan dengan baik.” Pesan Tenten.

Serta Tenten berharap cerita ini mengispirasi para-Trainee yang akan berangkat dan menjadi bekal dalam melangkah mengarungi jalan ke depan yang terbuka serba digital agar tetap bijaksana dan tetap punya pikiran yang baik terhadap orang lain.

Aris sensei sedang memberikan surprise kepada Trainee yang berulang tahun tepat dengan hari keberangkatan 23 Februari 2023 (Naufal Rifqi/PT JIAEC)

Sebagai Kenang-kenagan dari para sensei PT JIAEC kepada dua orang Trainee dengan memberikan kejutan prank kepada 2 orang Trainee yang kebetulan berulang tahun atas nama Albert Andriansyah dari SMKN 1 Slahung dan Marcel Saputra dari SMKN 2 Salatiga. Prank tersebut sukses membuat mereka terkejut.

Minasan konnichiwa. Mungkin kami berdua sampai lupa dengan ulang tahun kami, saya sudah berpikiran bahwa kami gagal tapi ternyata kami kena prank. Terimakasih untuk sensei semuanya sudah merayakan ulang tahun saya dan Marcel disini. Doumo arigatou gozaimasu.” Kata Albert.

Minasan konnichiwa. Saya Marcel Saputra dari SMKN 2 Salatiga. Pertama tama mengucapkan terimakasih kepada sensei yang sudah mengajari kami Bahasa Jepang. Yang kedua mengucapkan selamat buat kita semua hari ini bisa berangkat ke Jepang. Watashikara ijoudesu, doumo arigatou gozaimasu.” Kata Marcel.

Pemberangkatan kali ini dibagi menjadi dua grup keberangkatan, pertama dengan menggunakan penerbangan Japan Airlines sebanyak 74 Trainee yang kemudian disusul dengan penerbangan Garuda Indonesia sebanyak 80 Trainee.

Setelah sampai di Jepang seluruh Trainee akan melaksanakan karantina di hotel Toyoko Inn Tokyo selama 7 hari. Kemudian melanjutkan pelatihan lanjutan selama satu bulan di Narita Training Center JIAEC sebagai Organisasi Penerima/Accepting Organization yang berlokasi di Narita Jepang. Selanjutnya Trainee akan masuk ke perusahaan penerima sesuai perjanjian yang sudah ditandatangani di Indonesia sebelum berangkat ke Jepang.

Penulis artikel berita: Naufal Rifqi