Henriv Jaka Pamungkas (Extrainee PT JIAEC)
Henriv Jaka Pamungkas, merupakan ex-trainee JIAEC kepulangan 2008. Henriv mengawali karirnya di Indonesia sebagai QC dan maintenance pada salah satu perusahaan Jepang di Indonesia, namun saat ini Henriv telah sukses mengembangkan karirnya menjadi seorang manajer HRD di perusahaan tersebut. Dengan pengalamannya tersebut, melalui artikel ini Henriv membagikan sudut pandang serta saran kepada ex-trainee yang berminat bekerja kembali di Indonesia.
“Menguasai satu hal saja tidak cukup, sebisa mungkin asah kemampuan lain selain Bahasa Jepang. Karena saat ini sudah banyak yang bukan ex-trainee Jepang bisa berbahasa Jepang dengan baik. Berbeda dengan waktu 10 tahun kebelakang, dimana ex-trainee dari Jepang ini dianggap seakan-akan spesial. Diharapkan saat di Jepang, siswa ini mengambil ilmu lain selain yang dikerjakan agar saat kembali ke Indonesia tidak hanya pengalaman magang dan Bahasa saja yang di dapat tetapi juga ada ilmu lainnya. Ubah juga mindset saat pergi ke Jepang, jangan selalu tujuannya uang tetapi juga ilmu dan pengalaman.” tuturnya
Sebagai manajer HRD, Henriv juga menyampaikan bagaimana ekspektasi perusahaan terhadap ex-trainee Jepang.
“Selain budaya dan etos kerja Jepang, yang diinginkan perusahaan saat ini adalah tidak hanya menuntut mumpuni/mahir dibidang yang kita tekuni, akan tetapi juga harus bisa flexible dan adjustable. Karena jika hanya di satu bidang, secara cost perusahaan akan lebih memilihi untuk merekrut non ex-trainee Jepang,” jelasnya.
“Harapan perusahaan, agar ex-trainee Jepang ini bisa bertahan di perusahaan dengan rentang waktu yang lama. Banyak yang ketika diberikan upah sesuai dengan UMK/UMP, mereka akan mencari lagi. Sedangkan alasan perusahaan memberikan upah tersebut adalah karena kemampuan ex-trainee ini sama dengan yang non ex-trainee Jepang.” Lanjut Henriv.
Dari sudut pandangnya, Henriv menyarankan untuk mengadakan pembekalan terkait dengan skill tambahan untuk ex-trainee agar lebih siap bersaing dan memiliki nilai tambah yang lebih dibandingkan dengan non ex-trainee. Ia juga menyarankan untuk dilakukan pembekalan mengenai situasi kerja di Indonesia agar ex-trainee yang akan berkarir di Indonesia tidak kaget.
Menurutnya, generasi saat ini manja dan banyak yang ingin hasil instan, namun tidak mau berusaha lebih.
Narasumber : Henriv Jaka Pamungkas
Penulis : Ririe Lovina Putri