Komarudin, Ex-trainee PT JIAEC 2008-2011
Tiga tahun menjalani program magang di Jepang menjadi pengalaman yang membentuk mental, disiplin, dan cara pandang terhadap dunia kerja. Jauh dari keluarga serta menghadapi perbedaan bahasa, budaya, dan tuntutan kerja yang tinggi bukanlah hal mudah. Ada masa lelah dan rindu, namun dari situlah ketahanan diri dan rasa tanggung jawab tumbuh secara perlahan.
Lingkungan kerja yang tertib dan terstruktur mengajarkan arti profesionalisme. Setiap pekerjaan dituntut untuk dilakukan dengan teliti, tepat waktu, dan konsisten. Apresiasi tidak selalu diucapkan secara langsung, tetapi kepercayaan yang diberikan menjadi bukti nyata dari kualitas kerja. Nilai-nilai ini kemudian melekat dan menjadi kebiasaan dalam menjalani pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
“Pengalaman magang bukan sekadar sertifikat, melainkan nilai hidup yang dibawa pulang.”
Di sela kesibukan kerja, waktu libur dimanfaatkan untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah mendaki Gunung Fuji, sebuah perjalanan yang mengajarkan ketekunan, kesabaran, serta pentingnya kerja sama. Selain itu, kesempatan mengunjungi berbagai tempat wisata di Tokyo dan Osaka memperkaya wawasan serta membuka sudut pandang baru tentang budaya dan kehidupan masyarakat Jepang.
Menjelang kepulangan ke Indonesia, saya menyadari bahwa bekal terpenting bukanlah sertifikat, melainkan pola pikir dan etos kerja. Disiplin, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi modal utama untuk menghadapi dunia kerja berikutnya dengan lebih percaya diri.
Sekembalinya ke Indonesia, saya memulai karier di Departemen Produksi dan kemudian berkembang hingga dipercaya menangani Procurement dan HRGA. Selain berkarier di perusahaan Jepang, nilai-nilai yang diperoleh selama magang juga berdampak pada kehidupan pribadi. Alhamdulillah, saya dapat membantu memberangkatkan orang tua ke Tanah Suci Mekah, memiliki usaha kos-kosan, serta mempunyai usaha konveksi di Kota Bandung. Semua pencapaian tersebut berawal dari disiplin, kerja keras, dan pola pikir yang ditempa sejak masa magang.
Dari pengalaman magang selama tiga tahun di Jepang, cara berpikir yang masih saya pegang sampai sekarang adalah disiplin dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Saya belajar bahwa hal-hal kecil seperti datang tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan serius, dan konsisten setiap hari sangat berpengaruh pada hasil akhir. Selain itu, budaya kerja di Jepang mengajarkan saya untuk menghargai proses, bekerja sama dalam tim, serta terus belajar dan memperbaiki diri. Pola pikir ini masih saya terapkan hingga sekarang, baik saat bekerja maupun menjalankan usaha.
Bagi para trainee yang akan kembali ke tanah air, perjalanan magang bukanlah akhir, melainkan awal. Jangan pernah meremehkan proses yang telah dijalani. Pengalaman di Jepang adalah bekal berharga bukan hanya untuk karier, tetapi juga untuk membangun kehidupan yang lebih bermakna.
Narasumber : Komarudin
Penulis : Ririe Lovina Putri