Achmad Zaqfar
Magang di Jepang menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selama menjalani program magang, tentu ada suka dan duka yang saya rasakan. Dukanya, karena saya ditempatkan di kaisha baru dan menjadi angkatan pertama, saya merasa cukup kesulitan untuk memahami berbagai perintah dan alur pekerjaan. Proses adaptasinya memang tidak mudah, tetapi dari situ saya belajar banyak hal tentang komunikasi dan cara bekerja di lingkungan baru.
Di balik tantangan tersebut, ada juga banyak pengalaman menyenangkan yang sampai sekarang masih saya ingat. Salah satunya adalah kesempatan mencoba berbagai makanan Jepang yang cocok dengan lidah saya, seperti tempura don dan unagi don. Banyak makanan Jepang yang sebelumnya sulit saya temukan atau cukup mahal di Indonesia, justru bisa saya nikmati langsung selama tinggal di Jepang.
Ketika mulai merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan yang cukup banyak mengandalkan fisik, biasanya saya pergi jalan-jalan ke tempat wisata alam. Menurut saya, Jepang memiliki banyak natural place yang indah dan dikelola dengan sangat baik. Dari berbagai cara healing yang saya coba, pergi ke onsen menjadi salah satu yang paling efektif untuk melepas lelah setelah bekerja. Sampai sekarang pun saya masih menyukai onsen, hanya saja menurut saya fasilitas onsen di Indonesia masih belum sebaik di Jepang.
Setelah selesai magang, saya sempat tidak bekerja formal selama dua tahun karena ingin mencari tempat kerja yang dekat dengan rumah. Hingga akhirnya saya mendapat tawaran dari PT JIAEC untuk menjadi penerjemah di perusahaan manufaktur. Saya langsung mendaftar, dan setelah mulai bekerja kembali saya sadar bahwa masih banyak kekurangan dalam diri saya yang harus terus diperbaiki dan dikembangkan.
Menurut saya, bekal yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat ke Jepang sebenarnya tergantung tujuan masing-masing orang. Jika ingin berkarier di perusahaan Jepang, maka kemampuan bahasa Jepang menjadi nilai plus yang harus terus diasah. Namun jika ingin berwirausaha, bukan hanya ide yang perlu dipersiapkan, tetapi juga mental, ilmu, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan ke depannya.
Pesan saya untuk teman-teman yang ingin berangkat ke Jepang ataupun sedang mempersiapkan masa depan adalah teruslah mengasah kemampuan setajam mungkin. Dulu, di beberapa kota juga ada komunitas belajar bahasa Jepang gratis yang bisa dimanfaatkan untuk bersosialisasi sekaligus menambah ilmu, informasi biasanya bisa didapat dari shidouin. Dari sana biasanya kita juga bisa mendapatkan informasi tentang berbagai event budaya Jepang seperti matsuri yang membuat kita semakin mengenal budaya Jepang lebih dekat.
Narasumber : Achmad Zaqfar
Editor : Ririe Lovina