Puji Utomo
Salah satu pengalaman paling berharga dalam perjalanan hidup saya adalah memiliki kesempatan magang di Jepang selama tiga tahun yang kemudian saya sadari bahwa setiap proses yang saya lalui, kelak akan menjadi fondasi utama dalam perjalanan karier saya hingga dipercaya memimpin di bidang produksi setelah kembali ke Indonesia.
Perjalanan saya tidak selalu mulus. Di awal perpindahan ke perusahaan, saya harus adaptasi terhadap lingkungan kerja Jepang yang menuntut tingkat kedisiplinan sangat tinggi, ditambah dengan keterbatasan kemampuan bahasa Jepang yang membuat saya belum sepenuhnya memahami alur komunikasi dan standar kerja perusahaan. Beruntung, saya didampingi oleh para senior yang dengan sabar membantu saya melewati masa penyesuaian tersebut.
Namun, adanya senior tidak lantas membuat saya berpuas diri atau berhenti belajar. Justru dari berbagai kesulitan dan kekeliruan kecil yang saya alami di lapangan, saya menyadari pentingnya untuk terus menggembleng diri. Perlahan, saya mulai melatih kedisiplinan diri, mengasah kemampuan bahasa Jepang, serta mendalami aturan operasional dan standar kualitas perusahaan demi menyesuaikan diri secara penuh dengan lingkungan kerja.
Selama magang, saya menyadari bahwa ada hal yang jauh lebih berharga untuk dibawa pulang ke Tanah Air daripada sekadar tabungan atau pengalaman kerja belaka, yaitu etos kerja profesional, kedisiplinan, pemahaman budaya 5S, standar kualitas, serta modal paling krusial, yaitu kepercayaan. Kinerja dan integritas yang saya miliki selama berada di tempat magang membuat Sachou perusahaan tersebut secara langsung merekomendasikan saya ke anak perusahaan di Indonesia hingga saya dapat bekerja disana. Ini menjadi pintu awal perjalanan karier saya saat kembali ke Indonesia.
Pemahaman mendalam mengenai karakteristik dan standar perusahaan Jepang yang saya peroleh selama magang sangat membantu saya beradaptasi di tempat kerja. Meski demikian, saya memahami bahwa perjalanan karier tidak pernah terjadi secara instan, sehingga saya tetap harus membuktikan dedikasi, kapasitas, dan konsistensi kinerja sehari hari dari bawah. Peran saya kini mencakup pengelolaan target produksi, pengawasan standar kualitas, hingga pembinaan dan pengembangan potensi para anggota tim di lapangan.
Pengalaman berproses dari bawah membentuk filosofi kepemimpinan saya saat ini. Mengingat kembali masa-masa awal saya sebagai trainee yang serba terbatas dan banyak dibantu oleh para senior, saya kini memandang peran seorang pemimpin bukan sekadar pihak yang memberi instruksi, melainkan seseorang yang harus paham kondisi lapangan, memberi teladan, membantu menyelesaikan masalah, dan mendorong anggota tim untuk terus berkembang bersama.
Bagi rekan-rekan trainee yang akan atau sedang menyelesaikan program magang dan bersiap kembali ke Indonesia, saya memberikan pesan agar tidak hanya membawa pulang hasil materi. Setiap peserta diharapkan mampu menyerap sebanyak mungkin pelajaran mengenai disiplin, standar kerja, dan kemampuan beradaptasi, serta tidak melihat kesulitan sebagai beban melainkan proses pembentukan diri. Pengalaman tiga tahun belajar di Jepang bukanlah akhir, melainkan sebuah pijakan awal untuk membangun karier yang jauh lebih panjang di masa depan.
Narasumber : Puji Utomo
Editor : Ririe Lovina Putri